• 30

    Dec

    Gurita (yang) Menggurita

    Ramai diperdebatkan, heboh diperbincangkan, tentang telusur akibat dari Bang Syenturi yang justru sedang diinvestigasi oleh Tim Pansus. Entah akibat apa dan dari mana asal muasalnya belum lagi ada hasil justru masalah melebar dan merayap kepada masalah mobil dinas menteri. Pokok persoalan awalnya apa, bagaimana bisa dicarikan penyelesaiannya, jangan malah menjadi semacam tontonan INFOTAINMENT yang sering mengejar sensasional berita dimana rakyat mulai bosan/jenuh/sebal. Gurita yang meng-Gurita. Kaki dan tangannya merambah kemana-mana, menggapai-gapai, mencari-cari kesalahan dan kelemahan, mencoba mengail di air keruh dalam pembenaran. Lalu apa yang bisa diharapkan dari bangsa ini bila kata DEMOKRASI mengalami dekadensi moral & etika. Sebagai putera bangsa apakah tidak lebih baik jika
  • 18

    Nov

    Komodo - Dinosaurus

    mari kita bertindak hari ini ‘tuk melangkah jauh ke hari nanti ker’na waktu adalah sejarah yang ‘kan mencatat semuanya sebagaimana Dinosaurus dengan jaman purbanya dan Komodo dengan jaman kini yang tetap harus dilindungi sebagaimana dalam face book yang ramai-ramai minta agar Komodo dijadikan salah satu keajaiban dunia Komodo meski jauh lebih kecil dari Dinosaurus tapi galaknya cukup mematikan mari kita lindungi beramai-ramai agar mata dunia tertuju pada kita buktikan bahwa negeri ini masih memiliki Komodo dan ini asset negara kita Komodo dan Dinosaurus memang berbeda tapi masih satu bangsa meski tidak satu bahasa sebab itu marilah kita sebagai bangsa manusia menyatu dalam bahasa manusia menyatu dalam rasa manusia menyatu dalam alam pikiran manusia m
  • 12

    Nov

    Adakah Ini 'kan Berakhir?

    ironis, miris dan memprihatinkan inikah bumi yang selama ini aku pijak inikah tanah tempat aku dilahirkan dan inikah tanah yang kelak akan menjanjikan terus terang kalau aku boleh memilih aku ingin dilahirkan di tanah suci pun kalau mungkin ditanah dimana hak azasi dipertuan atau ditanah dimana segala kemungkinan bisa berkembang jangan ditanah menjijikkan ini tanah dimana kebenaran bisa dipelintir keadilan gampang dicampakkan kejujuran terabaikan semata-mata ker’na uang hanya sebab nilai-nilai nominal lantas moral tersingkirkan begitu tegakah menggadaikan republik ini sampai hatikah sesama saudara saling mencakar dan mencengkeram Tuhan pasti ta’ kan tinggal diam sejuta malaikat-Nya telah mencatat ulah kalian berjuta malaikat-Nya akan menurunkan azab-Nya tida
  • 11

    Nov

    Potret Buram Negeriku

    ‘ntah harus bagaimana lagi bicara ta’ da kata-kata yang tepat melukiskannya seperti kehabisan kalimat seronok maupun sopan ‘tuk menjelaskan keadaan yang sesungguhnya ker’na pada hitungan detik s’gala citra terhapus pada hitungan menit s’gala rasa tersita ta’ tau lagi membedakan salah dan benar ker’na kesalahan bisa menjadi pembenaran dan kebenaran bisa berubah kesalahan lalu apa yang bisa diharapkan dari situasi seperti ini kecuali mengumpat meski tidak menolong mencaci-maki meski tidak ada gunanya sebab yang dipercaya t’lah kehilangan maknanya yang diharapkan t’lah kehilangan kendalinya dan hukum rimba bisa saja tercipta potret buram negeriku tercinta mengapa mendung senantiasa bergulung cairkanl
  • 10

    Nov

    Kekuatan, Kekuasaan & Keadilan

    Hari-hari begitu sarat keprihatinan suara-suara mendesing bak pelor dimedan pertempuran ta’ tahu lagi mana kawan dan siapa lawan s’mua mengacungkan panji-panjinya s’mua mengibarkan benderanya s’mua mengobarkan semangatnya. Tapi panji yang mana kibaran bendera siapa dan s’mangat untuk apa? Sekarang ini kekuatan nyaris ta’ terbendung sementara kekuasaan sudah dikuasai dan keadilan tinggallah batu nisan. Perobahan mulai digelontorkan napas-napas mulai berkelojotan nurani terkaparkan ditepian jalan ketak-berdayaan. Adakah hari baru kan tergantikan dengan sinar mentari bercahya kemilauan penuh kehangatan dan kedamaian. Jika kekuatan t’lah melindas kekuasaan dan kekuasaan membunuh keadilan maka ta’ da kata la
  • 24

    Jul

    MONUMEN DUKA

    Tiada siang tiada malam tiada pagi maupun petang lalu-lalang orang di Megapolitan begitu padat dengan kesibukan. Orang ta’ lagi kenal kiri, kanan, depan dan belakang satu sama lain saling diam dalam urusan Jakarta memang menggelitik bagi pendatang siapapun ingin merenda hari depan. Hidup memang perjalanan waktu dari hari ke hari ta’ da yang ingin tertinggal semua berpacu kerna keberhasilan tidak hanya diam menunggu harus dikejar dan mengejar yang dituju. Siapa menduga dalam sibuknya malaekat elmaut senantiasa menanti kapan saja dan dimana saja setiap saat dan setiap waktu. ” BOOOOOM……!!! “ Gelegar tragedi kehidupan bicara rintihan, teriakan, kepanikan, erangan berbaur menyatu ratap tangis disaput tawa iblis sang pelaku kemanusiaan sud
  • 25

    May

    ADA MAKNA DIBALIK ASA

    Mungkinkah ada rasa bermakna ketika makna tak lagi mampu berkata-kata sementara kata tak lagi mampu bersuara. Adakah makna terjerat mimpi belaka manakala asa sudah ada di pintu sorga sementara kita masih terjebak di mulut serigala. Sekarang ini sulit membedakan mana domba dan yang mana serigala sebab ada musang berbulu domba. Sebaiknya memang tak perlu memaknai kata kar’na kata-kata tak pernah bermakna sedangkan asa saja masih melayang-layang di angkasa. Tapi bumi tempat kita berpijak ini sarat oleh makna dan asa yang menjanjikan kita hidup serba ada. Ada makna dibalik asa bahwa kita tak perlu hidup sengsara jika tak ada dusta diantara kita. Amin.
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post