• 14

    Jan

    Tangis Pertiwi

    Ada yang tiada Ada yang ada Ada yang tiada namun diada-adakan Ada yang ada namun ditiadakan Ada yang antara ada dan tiada namun slalu mengada-ada Bisakah kita semua dengan rendah hati mengakuinya Bahwa kebenaran memang harus dikibarkan Dan ketidak-benaran sebaiknya diturunkan Agar kemakmuran tidak hanya sekedar panji-panji kosong belaka Dan kesejahteraan memang dapat kita rasakan bersama … Tangis Pertiwi masih terus terdengar hingga sekarang ini. Rintihnya yang memilukan menyibakkan tirai hati kita. Tangisnya yang menyesakkan dada menggetarkan bingkai jiwa kita. Itu jika kita semua sadar dan peka. Jika kita semua ‘merasa’ bertanggung-jawab pada negeri tercinta ini. Namun ‘merasa’ saja belumlah cukup sebab masih harus dibarengi tindakan nyat
  • 17

    Dec

    Bukan Mustahil

    Sepertinya ontrang-ontrang di republik ini tak jua kunjung ingin selesai. Padahal rakyat sudah ingin hidup tenteram, nyaman, damai dan tenang. Satu belum selesai menyusul yang lainnya. Begitu seterusnya. Lantas terpikir oleh kita; apakah memang bangsa ini tak ingin hidup tenang? Perlu dipahami betul bahwa demokrasi di Indonesia jelas berbeda dengan demokrasi yang sering digembar-gemborkan di mancanegara. Demokrasi kita adalah demokrasi yang berazaskan Pancasila, bukan demokrasi liberal, demokrasi yang asal cuap-cuap, demokrasi yang akhirnya amburadul ndak keruan. Sejak jaman Majapahit negeri ini tenang, teguh dan damai namun perkasa. Apakah hal semacam itu tidak mungkin lagi tercipta…? Banyak orang sok pintar meskipun memang pintar. Sedikit sekali orang yang jujur (takut hancur) ak
  • 3

    Sep

    Sempurna Sudah Penderitaan

    Gempa menyapa. Semua orang terperangah. Korban berjatuhan & sekian rumah luluh lantak rata dengan tanah. Tidak sedikit nyawa melayang. Luka ringan dan beratpun menyertainya. Lagu Ebit G. Ade menjadi acuan. Nah, sudahkah mata kita terbuka, batin kita bicara, telinga kita mendengar. Benarkah Tuhan sudah murka dengan ulah kita sebagai manusia ciptaannya. Agaknya kita memang harus benar-benar introspeksi. Sekaranglah saat yang tepat kita membuktikan diri kepada saudara-saudara kita sebangsa dan setanah-air. Bantuan sangat mereka butuhkan. Jangan berteriak untuk menolong bangsa lain (yang dilanda perang) sementara bangsa sendiri didepan mata merintih, mengeluh, butuh pertolongan. Akankah kita membuta-tuli terhadap kenyataan ini? Dimulai dari lumpur Lapindo, bergeser ke Jawa Tengah gempa b
  • 20

    May

    MENDIDIK, TERDIDIK, BERGIDIK

    Sekolah Gratis rasanya jangan dijadikan slogan semata, atau alasan, pun janji kampanye belaka. Sekolah merupakan hak setiap warga negara (menurut UUD) sehingga kata ‘gratis’ tidak tepat digunakan karena adalah HAK WARGA NEGARA untuk dididik dalam sebuah pendidikan agar kelaknya menjadi terdidik dibidang masing-masing sesuai bakat, minat & kemampuan. Kiranya tidaklah berlebihan jika Anggaran Pendidikan diberikan porsi semestinya (bukan low budget) mengingat tanggungjawab negara terhadap anak bangsanya yang harus dipersiapkan sehingga langkah kedepannya bangsa ini tidaklah kerdil diantara bangsa lain di dunia. Barangkali tak perlu ada ‘orang kaya’ di negeri ini ketimbang tak ada orang terdidik, tak perlu ada konglomerat ketimbang tak ada orang melarat. Negeri in
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post