• 5

    Jan

    Mahkota Bagi Raja

    Hari ini, Rabu 30 Desember 2009, pk.18.45 seorang tokoh nasionalis sejati telah kembali kerumah-Nya yang abadi. Guru bangsa telah dipanggil-Nya. Sejatinya seorang manusia yang penuh kesahajaan, sederhana, lugu dan lugas. Apa yang keluar dari mulutnya adalah kesejatian bangsa. Identitas diri bangsa ini terdapat pada dirinya. Memang demikianlah seharusnya bangsa ini. Rendah hati, teguh, jauh dari munafik, membela yang kecil dan tersingkir, mengakui keberadaan orang lain dan menghormatinya. Sosok Pancasilais sejati. Gus Dur telah tiada, tetapi aroma pengaruhnya masih dimana-mana, beliau masih hidup diantara yang hidup. Beliau hanya berpindah alam. Jiwanya masih memberi semangat. Nuraninya masih bicara. Agar bangsa ini tumbuh kembang dalam kesahajaan, dalam persatuan dan kesatuan yang hakiki
  • 19

    Aug

    KEMERDEKAAN.....?

    Kemerdekaan…..? Maaf saja kadang kita dibuat tertawa oleh arti itu. Jujur saja sudah benar-benar merdekakah bangsa ini? Sudah benar-benar mampu mandirikah bangsa ini? Sudah benar-benar berdaulatkah….?! Senyum tersungging dan terasa pahit bahwa kita masih jauh dari kata merdeka yang sesungguhnya. Kita cuma pandai menghibur diri dengan kata-kata itu. Kita cuma berhenti pada kata itu. Selanjutnya dan seterusnya kita terus dibanjiri oleh kebohongan-kebohongan yang ‘menina-bobokan’ harapan sehingga rakyat tertidur dan hanya terbuai dalam mimpi panjangnya. Sesuap nasi, sepenggal pekerjaan, kebutuhan akan gizi semua hanya ada tergantung dilingkaran atas pada sebatang panjat pinang yang licin dan sulit didapat. Kibaran umbul-umbul diantara sang Dwiwarna pun sebatas hiasa
  • 11

    Aug

    "SAY NO, TERORIS" (Bukan Sinetron)

    Ada gundukan tanah tinggi (bukit kecil) dibelakang rumah sederhana itu, hamparan padi yang menguning, didepannya tugu Pancasila, jalan desa yang cukup bagus, masyarakat tampaknya ramah dan santun. Ironis memang. Jika mendadak tempat itu jadi ajang penembakan gencar dan ledakan kecil yang membuat penduduk berkerumun menyaksikannya. Jelas ini bukanlah sebuah sinetron. Tetapi kejadian sesungguhnya yang menghabiskan waktu 17 jam lebih dan amunisi dengan kekuatan personiel 600 orang. Pengerahan personiel sejumlah itu tentu bukan tanpa alasan dan tidak sembarangan melainkan pastilah didahului oleh adanya informasi yang mengindikasikan sang buronan Yang Paling Diburu ada ditempat itu. Indonesia dengan Malaysia jelas beda budaya. Rata-rata masyarakat di Jawa Tengah selalu welcome pada siapapun ya
  • 18

    Jul

    BRUTALNYA KEBIADABAN

    Dulu pernah terjadi sekarang terjadi lagi. Dulu pernah meledak sekarang meledak lagi. Ditempat yang sama. Pelakunya (tokoh intelektual) pasti bersorak kegirangan dan berpesta pora ditengah gelimangnya darah para korban. Mereka haus darah lagi. Barangkali hanya dengan darah mereka baru bisa hidup? Jika belum pernah terjadi bisa mungkin dikatakan wajar tetapi jika itu pernah terjadi dan memakan korban tidak sedikit …..? Seekor keledaipun tidak mau terperosok ke dalam lubang yang sama! Hotel berbintang kelas international mengapa tingkat kemanannya/security hanya kelas abal-abal…? Terlebih lagi tempat itu terpilih sebagai tempat menginapnya para Pemain Bola Dunia yang akan singgah dan bermain bersama tim nasional mengapa tidak diantisipasi jauh hari sebelumnya, baik segi pelayan
  • 20

    May

    HERCULES LUMPUH

    Masih saja terus diberitakan jatuhnya pesawat tangguh (Jadul) yang kini sudah lumpuh. Berapa korban nyawa melayang. Berapa keluarga merasa kehilangan. Sementara bapak-bapak berwenang hanya menjawab (kalau ditanyakan) bahwa pesawat itu sebenarnya masih tangguh meski berusia 4o tahun, tetapi karena biaya perawatannya yang minim maka lumpuhlah dia, melayanglah puluhan nyawa. Kita menjadi ragu dengan Angkatan Bersenjata Republik Indnesia, yang barangkali jika ada serangan dari luar (negara lain) kita masih akan mampu menghadapinya. Mesin-mesin perang kita sudah kadaluwarsa meski personilnya cukup tangguh dan ampuh tetapi apa mungkin cukup dengan semangat Joeang ‘45 kita menghadapinya. Coba saja bayangkan berapa pulau kita yang tidak lagi bagian dari NKRI. Negara kita adalah Negara Kepu
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post