• 5

    Jan

    Mahkota Bagi Raja

    Hari ini, Rabu 30 Desember 2009, pk.18.45 seorang tokoh nasionalis sejati telah kembali kerumah-Nya yang abadi. Guru bangsa telah dipanggil-Nya. Sejatinya seorang manusia yang penuh kesahajaan, sederhana, lugu dan lugas. Apa yang keluar dari mulutnya adalah kesejatian bangsa. Identitas diri bangsa ini terdapat pada dirinya. Memang demikianlah seharusnya bangsa ini. Rendah hati, teguh, jauh dari munafik, membela yang kecil dan tersingkir, mengakui keberadaan orang lain dan menghormatinya. Sosok Pancasilais sejati. Gus Dur telah tiada, tetapi aroma pengaruhnya masih dimana-mana, beliau masih hidup diantara yang hidup. Beliau hanya berpindah alam. Jiwanya masih memberi semangat. Nuraninya masih bicara. Agar bangsa ini tumbuh kembang dalam kesahajaan, dalam persatuan dan kesatuan yang hakiki
  • 10

    Dec

    Wanita Perkasa

    Sejak awal dia melangkah ta’ da sedikit pun rasa bersalah ker’na memang dia tak bersalah apakah salah bila kata hati merambah menuju dan mencari muara kata-kata ‘tuk mencurah. Sama sekali tak terbesit pada dirinya bahwa suatu ketika apa yang dicurahkan menjadi petaka dari rentetan petaka yang sudah dialami sebelumnya; perlakuan tidak adil dan semena-mena. Dia ingin bicara tentang deritanya tentang dukanya tentang hari-harinya tentang ketak-berdayaannya saat terlentang pasrah disuapi obat-obatan yang dia sendiri tidak tahu untuk apa. Sekarang aneka problema menggelutinya tetapi dia tetap tegar, kokoh dan teguh kendati air-mata menutupi penglihatannya; apa salah saya?! Berjuta kata sesal apa gunanya sumpah serapah pun ta’ kan menolo
  • 8

    Dec

    Buktikan Indonesia Aman

    Tak ada yang tahu hari esok keadaan kita. Seperti kita tidak tahu bagaimana masa depan negara kita. Semua orang merasa benar dalam pembenarannya. Orang jujur tersingkir. Topeng-topeng kemunafikan enggan dilepas hanya demi harga diri yang sifatnya sesaat (semu). Bersyukurlah masyarakat sekarang mulai pintar menganalisa situasi. Sebab itu para ellite politik/pemimpin bangsa/pejabat dan lain sebagainya hendaklah bersikap santun atas masyarakat. Paling tidak bicara benar jika memang benar. Pasti kita semua tidak ingin peristiwa kelabu ( th 1998 ) kembali terjadi apapun alasannya. Demo besar-besaran sangat rawan dengan anarkhis/makar. Siapa yang bisa menjamin massa yang meluap tidak mudah dipengaruhi? Jangan sampai bila terjadi sesuatu lantas cuci tangan dengan alasan: Itu bukan kehendak kami.
  • 10

    Nov

    Pahlawan Yang Mematung

    aku melihat dengan mata dan kepalaku sendiri orang orang pada hingar bingar ada juga yang berdiam dalam kebingungan tidak sedikit yang mengerang kelaparan merangkak mengkais-kais menjilat keringat sendiri aku juga melihat para pahlawan yang kini mematung di jalan Sudirman, ditaman-taman makam, dan dimana-mana tertunduk meneteskan air-mata mulutnya bungkam hatinya bicara jiwanya yang dulu menggelora kini hanya mampu terpana ” inikah Indonesiaku … inikah negeri yang pernah kubangun lewat kubangan darah lewat cucuran keringat dan air-mata inikah Indonesiaku … inikah tanah keluhur Jawadwipa Majapahit yang pernah kujunjung tinggi mikul dhuwur mendem jero mengusir jejak haram kaum penjajah ” aku menatap tajam pahlawan yang kini mema
  • 9

    Sep

    Tanah Tumpah Darahku

    Seperti negeri dongeng tapi bukan di alam dongeng negeri gemah ripah loh jinawi ini sedang terguncang bukan saja oleh ledakan penghisap darah bukan pula oleh senyum iblis pencabut nyawa tetapi pun oleh getar lempengan bumi yang bergoyang juga oleh gemerencingnya dolar yang hilang . . . Tanah tumpah darahku sempurna sudah penderitaanmu sempurna sudah ketidak-sempurnaanmu sempurna sudah siapapun yang akan melahapmu sempurnalah sempurna apapun yang ta’ bisa sempurna… Kesempurnaan memang hanya milik Tuhan ketidak-sempurnaan adalah milik manusia namun adalah picik jika manusia sembunyi dibalik ketidak-sempurnaan hanya karena tega mengorbankan bangsa sendiri dalam ketidak-pastian… Ketidak-pastian akan masa depan ketidak pastian akan sandang, pangan dan papan ke
  • 3

    Sep

    Sempurna Sudah Penderitaan

    Gempa menyapa. Semua orang terperangah. Korban berjatuhan & sekian rumah luluh lantak rata dengan tanah. Tidak sedikit nyawa melayang. Luka ringan dan beratpun menyertainya. Lagu Ebit G. Ade menjadi acuan. Nah, sudahkah mata kita terbuka, batin kita bicara, telinga kita mendengar. Benarkah Tuhan sudah murka dengan ulah kita sebagai manusia ciptaannya. Agaknya kita memang harus benar-benar introspeksi. Sekaranglah saat yang tepat kita membuktikan diri kepada saudara-saudara kita sebangsa dan setanah-air. Bantuan sangat mereka butuhkan. Jangan berteriak untuk menolong bangsa lain (yang dilanda perang) sementara bangsa sendiri didepan mata merintih, mengeluh, butuh pertolongan. Akankah kita membuta-tuli terhadap kenyataan ini? Dimulai dari lumpur Lapindo, bergeser ke Jawa Tengah gempa b
  • 1

    Sep

    Bolak-balik Soal Tetangga

    Tetangga Kita Suka Mengganggu. Tetangga kita yang satu itu memang suka iseng. Tapi isengnya sudah kebangetan. Lha kalau kebangetan kita sendiri kebangetan juga kalau ndak bereaksi. Ada aksi tentu ada reaksi. Hanya saja reaksinya bagaimana ini yang mesti diperhitungkan. Tapi jika diperhitungkan terus kita sendiri yang rugi. Dia sudah ‘menjual’ masyak ndak kita beli. Soal hitung menghitung kita ada pada posisi yang repot. Malaysia itu koloninya Inggris, pastilah Inggris ndak tinggal diam saja, begitu juga dengan Australia yang juga koloninya Inggris. Maka dua-duanya sama, setali tiga wang, suka dan hobi mengganggu Indonesia. Australia dimulai dari Timor Timur (sekarang Timor Leste) merambat secara diam-diam di ranah Papua yang konon kabarnya bangga dengan bendera Bintan
  • 8

    Aug

    Kondisi Penghayatan Kita

    Kondisi Penghayatan Kita (KPK) saat sekarang ini sungguh sanggat memprihatinkan. Betapa tidak ketika masyarakat mulai tumbuh kepercayaannya, belum lagi sampai pada puncaknya, kepercayaan itu dipenggal ditengah jalan oleh adanya macam-macam peristiwa dan kejadian. Kondisi Penghayatan Kita luntur pada saat sebelum waktunya. Penghayatan kita terhadap kehidupan bermasyarakat & bernegara mulai goyah karena peristiwa yang sungguh diluar dugaan sekaligus sangat tidak diharapkan. Penghayatan kita sebagai anak bangsa, generasi penerus negeri, warga negara yang santun dan taat serta patuh pada tatanan mulai kendor karena peristiwa yang mengitarinya. Lalu apa yang harus dilakukan sekarang ini? Demonstrasi, unjuk rasa, parlemen jalanan? Itu tidak menyelesaikan masalah justru malah menambah parah
  • 8

    Aug

    Terbanglah Burung Merak

    Sepelemparan hari berita itu menyeret duka teramat dalam tentang si Burung Merak yang ditidurkan waktu kibas sayapnya masih tampilkan keelokan getar swaranya masih tampilkan perlawanan jejak langkahnya masih tinggalkan keunikan tulisan tangannya masih tinggalkan teka-teki tentang negeri yang masih dirambah kebingungan waktu memang bukan kompromi. Mimpi-mimpinya pernah mengguncang persada ini kerna mimpinya pula yang menggiringnya ke penjara kerna mimpinya juga yang menggalakkan budaya mimpinya adalah kemerdekaan negeri ini dari tipu daya kemelaratan, ketidak-adilan, ketimpangan dan kelalaian. Burung Merak itu kini telah pergi tinggalkan bumi nan penuh misteri tapi getarnya masih terasa gaungnya masih menggema swaranya masih terdengar. Mungkinkah burung-burung lain akan da
  • 3

    Aug

    POTRET SEORANG PEJUANG

    Merdeka ataoe mati….! Goegoer satoe toemboeh seriboe….!! Dari pada hidoep dijajah lebih baik mati berkalang tanah….!!! M e r d e k a a a ……..!!!! Pada dinding rumah tergantung beberapa photo tempo doeloe hitam putih yang heroik. Seorang pemuda berambut panjang ikal terurai menyandang senapan dan sebuah gitar. Senyum khasnya menunjukkan dia adalah seorang pemuda pantang menyerah sampai titik darah penghabisan. Begitupun beberapa photo lain yang berphose bersama teman-teman seperjuangan. Pada wajah mereka tak ada rasa takut atau tertekan maupun penderitaan. Hanya satu sorot mata yang terpancar, yakni: Usir Penjajah Dari Bumi Pertiwi! Raut wajah yang garang karena penjajahan. Senyum simpatik yang ramah karena yakin perjuangan akan mencapai kemerdekaan. Seorang
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post