APA KABAR SAHABAT

2 Mar 2011

Kata-kata itu lebih bernuansa sapaan yg mengharapkan dari yg disapanya memberi jawaban: “Baik, selalu baik”. Namun apabila sapaan itu datangnya dari luar negeri meskipun sahabat sendiri tentulah bernuansa lain. Lalu apa & bagaimana cara kita menjawabnya? “Baik, tetapi heheee… ngeri juga?!”

Negara-negara di Timur Tengah bergolak. Bahkan pernah disalah satu media TV ada yg berani mengancam Kepala Negara sambil sesumbar: Jangan sampai negeri ini di ‘Mesirkan’. Adalah aneh dan janggal bila negeri aman makmur dan sentausa ini akan dibuat bergolak & pergolakan. Juga lucu bila seorang warga negara berani mengancam presidennya.

Timbul pertanyaan: Apakah Bangsa ini telah kehilangan Jatidirinya, moralnya, sopan-santun dan etikanya. Lalu bagaimana harus mengembalikan itu semua agar Bangsa ini benar-benar adalah Bangsa Besar sebagaimana jaman Majapahit dan sebelumnya. Kita mulai melupakan & mengabaikan warisan leluhur dan nenek-moyang kita. Bangsa ini tidak bisa disamakan dengan bangsa lain di dunia. Bangsa ini memiliki ciri-khasnya, sopan-santunnya, tata-krama. Namun apabila setiap warga negara meng-klaim bahwa ini adalah jaman demokrasi, jaman apa saja boleh disuarakan & dilakukan, lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Benarkah kitsa sudah dewasa untuk berdemokrasi? Demokrasi di Indonesia tentu saja tidak bisa tumplek-pleg disamakan dengan Demokrasi ala Barat. Bangsa kita belum siap untuk lompatan sejauh itu.

Bagan Ajaran Leluhur Nusantara, wajib dipahami sama org Indonesia jika mau jaya spt leluhurnya…

Marilah kita dengan rendah hati & jujur mengakui bahwa kita memang sudah tercerabut dari akar-akar masa-lalu


TAGS Masyarakat & Situasinya


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post