Dewasa Dalam Bernegara

18 Feb 2011

Mari kita berpikir secara gampang dan bicara secara gamblang, karena sekarang ini sudah banyak orang pinter tapi keblinger, kalau bicara muter-muter biar kelihatan keminter. Siapa yg tidak cinta negeri ini, siapa yg mengutuk negeri ini, siapa yg ingin merubah negeri ini?

Ini bukanlah negeri impian tetapi Republik Indonesia. Enampuluh lima tahun merdeka dari penjajahan Belanda, Portugis, Jepang dan selama enampuluh lima tahun pula kita selalu bersengketa tak kunjung habisnya. Apakah ini ciri & cara kedewasaan kita? Era Orde Lama sudah tumbang, era Orde Baru sudah lengser, era Reformasi terus saja kisruh padahal sudah jelas negera ini berlandaskan Pancasila & UUD \’45. Tentu tidak satupun diantara kita (sebagai warga negara yg baik) mau dikatakan \’anti Pancasila\’ dan UUD \’45. Tidak satupun diantara putera bangsa ini ingin hidup dibawah tekanan (kemiskinan, kebodohan, kelaparan, ancaman perorangan/kelompok, dsb.nya) mengingat negara kita sangat menjunjung tinggi Hak Asazi Manusia (HAM) yg jangan hanya dibibir saja. Hak hidup, hak berbangsa & bernegara, hak beragama/berkeyakinan, hak beribadah dan mengekspresikan imannya. Sebagaimana dimata Tuhan setiap manusia maka demikian pula dimata negara setiap manusia sama sebagai warga negara. Tidak ada diskriminasi, isolasi, maupun tekan-menekan/ancam-mengancam. Manusia diberikan hak-nya atas hidupnya, dirinya, nasibnya serta hari depannya. Tuhan memberikan manusia ciptaan-Nya kemerdekaan penuh dalam menentukan ke-\’ada\’-annya. Eksistensinya. Apakah manusia itu mau masuk surga atau terjun ke neraka.

Dewasa dalam bernegara tentu saja dewasa dalam beriman, dewasa dalam beriman tentu saja dewasa dalam hidup keseharian (bukan naif/kekanakan) dan tidak mendikte orang lain/sesama apalagi menghakiminya. Cinta Tuhan tentu saja cinta sesama (mahluk ciptaan-Nya). Cinta yg vertical harus diseimbangi dengan cinta yg horizontal.

Mari, kita dewasa dalam bernegara, dewasa dalam beriman, dewasa dalam bermasyarakat. Negara Kesatuan Republik Indonesia jangan disamakan dengan negara lainnya. Bhineka Tunggal Ika adalah dasar negara. Banyak suku, agama, budaya, adat-istiadat itulah REPUBLIK INDONESIA.

Mari kita saling menghormati (tidak saling menekan & menyakiti), saling mengakui, saling menghargai. Cintailah sesamamu sebagaimana engkau mencintai Tuhanmu. Mencintai ciptaan-Nya berarti telah mencintai Pencipta.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post