Enam December

5 Dec 2009

Kacau balau kisruh semrawut porak poranda hancur lebur. Semuanya pasti tak menghendaki hal itu terjadi, apapun alasannya dan atas nama apapun, karena kelanggengan negeri ini ada ditangan kita bukan ditangan pihak asing (yang barangkali suka menghembuskan angin puting beliung mengatas-namakan apapun juga). Bangsa ini tengah dilanda erosi kepercayaan dan dekadensi moral yang pasti saja ada pihak tertentu akan memanfaatkan keadaan. Jika kita tahu kekurangan kita marilah sama-sama duduk satu meja membicarakannya, mencari solusinya, jangan anarkhis-makar-membabi-buta. Kita harus sadar betul bahwa sekarang ini bangsa kita tengah diuji, tengah diteropong, bahkan tengah dipermainkan pihak tertentu melalui kasus-kasus yang berbau (maaf) kerakusan, kebringasan, ketidak-adilan. Rakus karena uang, beringas karena egois, tidak-adil karena tak mau posisinya tergeser.

Berkumpulnya massa disatu tempat (apalagi dalam jumlah besar) cenderung akan mudah diprovokasi karena sifatnya yang sugestif. Massa akan mudah dikendalikan, dipengaruhi, dan sadar maupun tidak akan bergerak sesuai gerak gelombang massa itu sendiri. Unjuk rasa, unjuk kekuatan, akan mengalir tak terkontrol manakala bertemu dengan massa lain yang berbeda aspirasi. Dan kebringasanpun akan terjadi. Massa yang beringas, liar, tak terkendali akan mudah menghancur-lumatkan apapun yang dilewatinya. Apakah akan dihadapi dengan moncong senapan? Inipun tidak bijaksana karena korban yang jatuh pada akhirnya saudara sendiri. Nah, kita semua tidak ingin terjadi perang saudara, bukan?

asap-semeru

Memperingati Hari Anti Korupsi apakah harus dengan pengumpulan massa? Jika betul demikian maka ada indikasi lain yang tersimpan dibaliknya. Mengapa tidak dilakukan saja per wilayah (Pusat, Utara, Timur, Barat, Selatan) agar jalannya perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia bisa aman, nyaman, tentram, lebih bersahaja dan wibawa. Jauh dari arogan, huru-hara, dan keresahan. Siapa bisa menjamin kumpulan massa yang begitu besar dapat terkendali & dikendalikan? Masalahnya saat sekarang suhu sedang memanas! Bagai api didalam sekam yang sewaktu-waktu mudah meledak & terbakar. Apakah ingin negara kita selalu berantem melulu, selesaikan dengan otak bukan otot, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang warganya rata-rata berjiwa besar (bukan emosional), berhati mulia (bukan picik), dan berwawasan kebangsaan yang profesional (smart).

crazy_harry

Negara ini sedang dihantam dari luar maupun dalam. Banyak kasus telah bicara: BLBI, Anggoro, Century. Belum lagi tawuran didaerah berebut lahan, perang antar kampung, kehendak pemisahan diri dari NKRI. Lebih prihatin lagi soal tawuran para calon intelektual bangsa (mahasiswa/antar kampus/fakultas). Sepertinya ada ’sesuatu’ yang sedang mengobok-obok negeri ini. Warganya harus sadar betul. Namun bentuk kesadaran itu bukan emosional. Karena emosi selamanya tidak akan dapat menyelesaikan masalah. Bentuk kesadaran itu adalah bertemu disatu meja (diliput oleh media), berdebat secara logika, dan mengedepankan kejujuran. Sebuas-buasnya harimau tidak akan memangsa anaknya sendiri.

Jalan mana yang mesti kita pilih: Demonstrasi atau Diplomasi?

Dibutuhkan diplomat-diplomat ulung dikalangan rakyat. Diplomat yang mengorbankan kepentingan pribadi mengusung kepentingan rakyat. Diplomat yang berjiwa bersih, berhati murni, masih adakah?

Salam Perbaikan Negeri.


TAGS Pertahanan. Kemananan. Aman. Nyaman.


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post