Potret Buram Negeriku

11 Nov 2009

‘ntah harus bagaimana lagi bicara

ta’ da kata-kata yang tepat melukiskannya

seperti kehabisan kalimat seronok maupun sopan

‘tuk menjelaskan keadaan yang sesungguhnya

ker’na pada hitungan detik s’gala citra terhapus

pada hitungan menit s’gala rasa tersita

ta’ tau lagi membedakan salah dan benar

ker’na kesalahan bisa menjadi pembenaran

dan kebenaran bisa berubah kesalahan

lalu apa yang bisa diharapkan dari situasi seperti ini

kecuali mengumpat meski tidak menolong

mencaci-maki meski tidak ada gunanya

sebab yang dipercaya t’lah kehilangan maknanya

yang diharapkan t’lah kehilangan kendalinya

dan hukum rimba bisa saja tercipta

potret buram negeriku tercinta

mengapa mendung senantiasa bergulung

cairkanlah hati yang beku akan keadilan

lumerkan jiwa yang bebal akan kebaikan

jalan yang lurus ta’ lagi lurus

cahaya benderang ta’ lagi terang

kiamat sebelum kiamat

tengah terjadi

di negeri ini ?

(harus bagaimanakah kita)



TAGS puisi kemanusiaan


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post