Jamboree Mantan Aktivis

9 Nov 2009

Kegiatan ini sudah berlangsung ke IV kalinya yang diawali sejak 2006. Sebuah kegiatan dengan orientasi pembinaan ‘mental & kepribadian‘ dari mereka yang dulunya bujangan dan paling aktif pada kegiatan daki gunung, cinta alam & lingkungan kini ingin menularkan itu semua kepada putera-puterinya sebagai generasi penerus. Rasanya bukanlah hal yang muluk-muluk jika mereka ingin mencetak generasi penerusnya sebagai pribadi yang tahan bantingan, pribadi yang tidak cengeng, pribadi yang kreatif dan tidak konsumtif.

Jamboree IV Mantan Aktifis Mudika Paroki St. Alfonsus - Pademangan tgl.19, 20, 21, 22 Sept. 2009 kali ini mengambil lokasi di Situgunung Cisaat Sukabumi Jawa Barat.

Acara dibuat semenarik mungkin khas anak-anak juga khas ala pecinta alam. Hiking, Apiunggun, Flying Fox, Jurit malam, dll.

mengajarkan anak kerjasama & kompak

mengajarkan anak kerjasama & kompak

bagi tugas dlm kebersamaan

bagi tugas dlm kebersamaan

Jamboree ke I di kaki gunung salak (Cidahu). Sasaran hiking kawah Ratu dan air terjun. Tak ada rasa lelah & bosan terpancar pada wajah bocah-bocah ini. Justru para orangtuanya kelelahan bahkan ada yang tak sempat sampai ke Kawah Ratu.

Menikmati Alam Kawah Ratu

Menikmati Alam Kawah Ratu

Peserta Jamboree umumnya mereka yang dulu aktif di Mudika Paroki, sebab itu ketika kumpul kembali dalam kegiatan ini ada saja yang masih jomblo sementara rekan/rekanita yang lain sudah punya keturunan dua-tiga anak. Tetapi sekali lagi bukan lantaran sudah berkeluarga atau belum maka kegiatan ini diselenggarakan melainkan sekedar temu kangen dalam mengenang masa ABG dulu saat sama-sama masih menjadi Pendaki Gunung & Penjelajah Rimba Mudika Paroki St. Alfonsus.

Tekun Menapaki Jalan Setapak Menuju Kawah Ratu

Tekun Menapaki Jalan Setapak Menuju Kawah Ratu

Para Pendaki Cilik ini tak mau kalah dg orangtuanya menapaki jalan setapak menuju kawah Ratu Gunung Salak. Tak ada wajah kelelahan atau keluh-kesah pada mereka selain ketekunan dan semangat untuk terus menyusuri dan mendaki hingga tujuan tercapai. Dikiri jurang & kanan tebing pepohonan.

Kawah Ratu Tujuanku

Kawah Ratu Tujuanku

kebanggaan tersendiri pada orangtua mereka menyaksikan putra-putrinya gigih menghadapi tantangan alam. Karena alam mampu mencetak pribadi-pribadi mereka menjadi tahan uji, tidak cengeng/manja, tangguh dan kukuh (pada pendirian) disamping untuk melatih saling kerja-sama dan memperhatikan satu sama lain. Cinta Alam, Cinta Tuhan & Cinta Sesama.

Tak ada yang menduga jika orang-orang ’super sibuk’ ini bisa bertemu serta berkumpul kembali untuk mengenang masa ABG-nya di alam bersama keluarganya tercinta. Meski masing-masing telah pindah alamat dan tinggal sangat berjauhan namun komunikasi terus berjalan hingga ikatan batin dan tali kekeluargaan masih terjalin dengan erat satu sama lain.

Papih Cinta Alam Aku Juga Ah...

Papih Cinta Alam Aku Juga Ah…

Kami Generasi Penerus Cinta Alam

Kami Generasi Penerus Cinta Alam

Wajah bocah-bocah dari Para Pecinta Alam yg ingin agar putera-puterinya kelak bisa mandiri & tidak cengeng, generasi yg tahan banting & berkepibadian tangguh-kukuh-unggul.

Jamboree adalah kegiatan khas Pecinta Alam yang dilakukan dialam terbuka dengan diikuti sejumlah peserta dengan maksud & tujuan saling kenal untuk menggalang temali persaudaraan sebagai sesama pecinta alam & lingkungan. Kegiatan semacam ini dilakukan setiap tahun satu kali (hari raya Idulftri) dimana baik orangtua maupun anak-anaknya liburan panjang. Saat yang paling tepat inilah digunakan untuk saling bertemu kembali mengenang masa-lalu (sejak dulu Mudika Paroki St. Alfonsus menyelenggarakan Jamboree Rohani setiap hari raya lebaran karena mereka yang kuliah, kerja, pasti libur).

Sejarah Situ Gunung.

Telaga Situ Gunung dibangun tahun 1817 oleh Rangga Jagat Syahadana (dikenal Mbah Jalun 1770-1841) sebagai pewujudan & rasa bahagia serta bangga atas lahirnya putera laki-laki yang diharapkan dapat meneruskan perjuangannya.

Rangga Syahadana seorang pejuang keturunan Raja Mataram yang dikenal berhaluan keras menentang penjajah Belanda. Karena ketidak-puasannya terhadapa penjajah beliau lalu meninggalkan Mataram untuk bergabung dengan para pejuang dari Banten. Tahun 1808 beliau tiba di Cirebon dan menikah dengan gadis dari Kuningan.

Selama melakukan perlawanan terhadap penjajah beliau selalu berpindah-pindah tempat (bergerilya). Tahun 1810 tertangkap di Sumedang, tahun 1840 tertangkap di Cisaat Sukabumi, lalu dijatuhi hukuman gantung di lapangan yang sekarang Alun-alun Cisaat. Berkat kesaktiannya Rangga Syahabana dapat melepaskan diri dan pergi ke Banten meninggalkan anak-istrinya.

Perjalanan yang cukup jauh dan sulit serta faktor usia yang sudah lanjut menyebabkan beliau jatuh sakit dan meninggal dunia di Bogor tahun 1841. Telaga Situ Gunung diambil alih secara paksa oleh Belanda dan dibangun kembali tahun 1850. Dikawasan Danau Situ Gunung ini pernah berdiri sebuah bangunan perhotelan dengan nama Hotel Situ Gunung. (Kutipan dari Kantor Pusat Perum Perhutani Unit III Jawa Barat & Banten TWA Situ Gunung).

para-mantan-aktifis dg semangat "Ja-Dul" nya.

Tak Lekang Oleh Waktu Selalu Menyatu

Dipersatukan oleh alam.

Kiranya hidup berkeluarga bukanlah hambatan bagi mereka untuk selalu menyatu dan dipersatu ditengah alam ciptaan Tuhan. Bahkan dalam empat kali pertemuan Jamboree Mantan Aktifis ini mereka selalu bersemangat dan terus kreatif membina persaudaraan meski tempat tinggalnya sudah saling berjauhan. Untuk selanjutnya justru anak-anak mereka yang setiap tahun selalu menanyakan kapan kemping lagi dan dimana lokasinya.

Rekan Teddy Pranata & Suryanto tampil bertindak selaku donasi (tahun ini) bahkan tidak cuma itu, keduanya membawa keluarganya dan ikut sibuk dalam acara-acara yang digelar penuh gelak tawa dan canda. Semua tenggelam pada era masa-muda dulu (ABG) yang selalu bernyanyi dan bergadang dalam setiap ada kegiatan.

Untuk Jamboree tahun 2010 tampil rekan Suryanto yang akan bertindak sebagai ketua panitia pelaksana dengan sasaran lokasi Pangalengan, Bandung. Semoga semangat cinta alam, cinta Tuhan & cinta sesama ini terus memotivasi jiwa mereka dan membina anak-anak mereka sebagai generasi penerus yang ulet, teguh, kukuh dan tahan bantingan (tidak cengeng/konsumtief).

Selamat kepada rekan-rekanita semuanya.


TAGS Petualangan. Alam.


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post