• 17

    Mar

    APA KABAR BOOM

    Sudah lama masyarakat kangen, oh tidak, bukan, melainkan sudah terlalu lama masyarakat tenang, nyaman, tanpa gangguan goncangan hingar-bingar ledakan dan teriakan panik serta cucuran darah kini ternyata boom itu kembali menyapa dengan tutur katanya yang santun: Mohon Memberikan Surat Pengantar atau semacam testimoni begitu. Yang disasar tentu saja perorangan/person/individu dengan maksud agar menimbulkan effek jera begitu, dengan begitu diharapkan yang disasar itu bukan tewas melainkan cacad seumur hidup sehingga masyarakat/komunitas yg disasar menjadi ‘break-down’ dan dengan sendirinya melemahkan mental. Apa Kabar Boom adalah hentakan ringan namun bisa berdampak serius bagi masyarakat. Dan dengan sendirinya masyarakat sendirilah yang idealnya jangan lemah dan tetap waspada de
  • 2

    Mar

    APA KABAR SAHABAT

    Kata-kata itu lebih bernuansa sapaan yg mengharapkan dari yg disapanya memberi jawaban: “Baik, selalu baik”. Namun apabila sapaan itu datangnya dari luar negeri meskipun sahabat sendiri tentulah bernuansa lain. Lalu apa & bagaimana cara kita menjawabnya? “Baik, tetapi heheee… ngeri juga?!” Negara-negara di Timur Tengah bergolak. Bahkan pernah disalah satu media TV ada yg berani mengancam Kepala Negara sambil sesumbar: Jangan sampai negeri ini di ‘Mesirkan’. Adalah aneh dan janggal bila negeri aman makmur dan sentausa ini akan dibuat bergolak & pergolakan. Juga lucu bila seorang warga negara berani mengancam presidennya. Timbul pertanyaan: Apakah Bangsa ini telah kehilangan Jatidirinya, moralnya, sopan-santun dan etikanya. Lalu bagaimana h
  • 18

    Feb

    Dewasa Dalam Bernegara

    Mari kita berpikir secara gampang dan bicara secara gamblang, karena sekarang ini sudah banyak orang pinter tapi keblinger, kalau bicara muter-muter biar kelihatan keminter. Siapa yg tidak cinta negeri ini, siapa yg mengutuk negeri ini, siapa yg ingin merubah negeri ini? Ini bukanlah negeri impian tetapi Republik Indonesia. Enampuluh lima tahun merdeka dari penjajahan Belanda, Portugis, Jepang dan selama enampuluh lima tahun pula kita selalu bersengketa tak kunjung habisnya. Apakah ini ciri & cara kedewasaan kita? Era Orde Lama sudah tumbang, era Orde Baru sudah lengser, era Reformasi terus saja kisruh padahal sudah jelas negera ini berlandaskan Pancasila & UUD \’45. Tentu tidak satupun diantara kita (sebagai warga negara yg baik) mau dikatakan \’anti Pancasila\’
  • 26

    Aug

    KEJAHATAN vs KEBAIKAN

    Jahat & Baik = Hitam & Putih Hitam dan Putih adalah warna yang tegas, jelas dan kontras. Dua warna berseberangan dalam ketegasannya. Dua warna yang akrab dan sering digunakan dalam keseharian. Warna yang bermakna dalam dan memiliki arti tersendiri. Sebagaimana Yin & Yang, Zebra Cross, Seragam tertentu, bahkan sampai kotak catur & bidaknya menggunakan warna ini. Di Bali warna inipun menghiasi kain bermotif kotak-kotak. Tetapi sebuah negara, adakah yang berbendera HITAM & PUTIH? Ini pertanyaannya… Jika ada negara berbendera Hitam & Putih pastilah bukan Indonesia karena negeri ini benderanya Merah & Putih. Jika ada negara bernuansa Hitam & Putih pastilah kita salah-satunya. Hitam biasanya perlambang kejahatan sedangkan Putih simbol kebaikan. Hitam &
  • 25

    Aug

    RI - MALAYA

    Indonesia Negaraku, Bangsaku, Bahasaku. Sudah 65 th negeri kita merdeka. Banyak kekurangan yang harus dibenahi. Bukan saja masalah kemiskinan tetapi pun korupsi yang sudah membudaya. Memberantas korupsi sama saja merubah system. Negara yg kaya akan sumber daya alam (laut, darat) ini sebenarnya rakyatnya tidak perlu sulit mencari makan dan menyekolahkan anak-anaknya jika semuanya dikelola secara baik & benar. Belum lagi selesai membenahi diri sendiri, sekarang ini kita masih harus berurusan dg negara (kota Malaya) yg disebut Malaysia, sejauh apakah Malaysia dapat mempengaruhi kehidupan bernegara kita, sesungguhnya bukanlah hal yg sulit mengingat negara itu sebenarnya bagian (jaman Bung Karno) dari Ibu Pertiwi. Kita sudah mencanangkan kemerdekaan di tahun 1945, sudah berdaulat sejak bul
  • 25

    Aug

    Jong Java-Jong Ambon-Jong Melayoe

    Nama-nama tsb di atas mengingatkan kita pada daerah/lokasi/wilayah yang ada di Ibukota kita seperti: Kampoeng Melayoe, Kampoeng Jawa, Kampoeng Ambon, dll. Ini juga mengingatkan kita pada puluhan tahun lalu (saat penjajahan) dimana tempat itu memang digunakan sebagai domisili suku yang hijrah ke Batavia. Bisa dibayangkan ketika itu bagaimana rasatinggal & hidup dikotak-kotakkan seperti itu. Barangkali maksudnya agar pihak Belanda mudah menetralisir apabila sewaktu-waktu terjadi pemberontakkan yang dapat menggoyahkan kestabilan keamanan. Begitupun di daerah kota (Jakarta) yang disebut Pecinan dimana warga etnis Tionghoa hidup, berkumpul & berdagang. Ketika terjadi pemberontakkan disana ribuan warga China dibunuh dan mayatnya dibuang ke kali (bangke) Angke. Maaf, bukan maksudnya ingi
  • 23

    Apr

    SUDAH PENGAB RASANYA

    Udara rasanya sudah pengab oleh bermacam situasi dan kondisi yang selalu saja bolak-balik tidak karuan. Suhu politik nyaris tidak pasti. Dimana-mana orang mengatas-namakan demokrasi berbuat anarkhi. Jujur saja: apakah bangsa ini masih berbudaya Pancasila? Bidang pajak sekarang ini ditelanjangi, betapa tidak, baru sekarang rakyat tahu bahwa selama ini uangnya masuk tidak untuk negara semuanya tetapi ‘disunat’ oknum yang tidak berjiwa nasionalis. Pengkhianat bangsa adalah mereka yang sampai hati menelan uang rakyat tanpa mau melihat kenyataan sekitarnya bahwa sekarang ini rakyat sedang menahan pedih. Kita tidak tahu akan dibawa kemana bangsa ini oleh ‘mereka’ yang kebetulan menduduki posisi di kursi ‘empuk’ tetapi tidak memiliki hati nurani. Saya tidak m
  • 14

    Jan

    Tangis Pertiwi

    Ada yang tiada Ada yang ada Ada yang tiada namun diada-adakan Ada yang ada namun ditiadakan Ada yang antara ada dan tiada namun slalu mengada-ada Bisakah kita semua dengan rendah hati mengakuinya Bahwa kebenaran memang harus dikibarkan Dan ketidak-benaran sebaiknya diturunkan Agar kemakmuran tidak hanya sekedar panji-panji kosong belaka Dan kesejahteraan memang dapat kita rasakan bersama … Tangis Pertiwi masih terus terdengar hingga sekarang ini. Rintihnya yang memilukan menyibakkan tirai hati kita. Tangisnya yang menyesakkan dada menggetarkan bingkai jiwa kita. Itu jika kita semua sadar dan peka. Jika kita semua ‘merasa’ bertanggung-jawab pada negeri tercinta ini. Namun ‘merasa’ saja belumlah cukup sebab masih harus dibarengi tindakan nyat
  • 5

    Jan

    Mahkota Bagi Raja

    Hari ini, Rabu 30 Desember 2009, pk.18.45 seorang tokoh nasionalis sejati telah kembali kerumah-Nya yang abadi. Guru bangsa telah dipanggil-Nya. Sejatinya seorang manusia yang penuh kesahajaan, sederhana, lugu dan lugas. Apa yang keluar dari mulutnya adalah kesejatian bangsa. Identitas diri bangsa ini terdapat pada dirinya. Memang demikianlah seharusnya bangsa ini. Rendah hati, teguh, jauh dari munafik, membela yang kecil dan tersingkir, mengakui keberadaan orang lain dan menghormatinya. Sosok Pancasilais sejati. Gus Dur telah tiada, tetapi aroma pengaruhnya masih dimana-mana, beliau masih hidup diantara yang hidup. Beliau hanya berpindah alam. Jiwanya masih memberi semangat. Nuraninya masih bicara. Agar bangsa ini tumbuh kembang dalam kesahajaan, dalam persatuan dan kesatuan yang hakiki
  • 30

    Dec

    Gurita (yang) Menggurita

    Ramai diperdebatkan, heboh diperbincangkan, tentang telusur akibat dari Bang Syenturi yang justru sedang diinvestigasi oleh Tim Pansus. Entah akibat apa dan dari mana asal muasalnya belum lagi ada hasil justru masalah melebar dan merayap kepada masalah mobil dinas menteri. Pokok persoalan awalnya apa, bagaimana bisa dicarikan penyelesaiannya, jangan malah menjadi semacam tontonan INFOTAINMENT yang sering mengejar sensasional berita dimana rakyat mulai bosan/jenuh/sebal. Gurita yang meng-Gurita. Kaki dan tangannya merambah kemana-mana, menggapai-gapai, mencari-cari kesalahan dan kelemahan, mencoba mengail di air keruh dalam pembenaran. Lalu apa yang bisa diharapkan dari bangsa ini bila kata DEMOKRASI mengalami dekadensi moral & etika. Sebagai putera bangsa apakah tidak lebih baik jika
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post